Indikator
  • Undercontruction

Dewan Pers: Meninggalnya Wartawan kemajuanrakyat.co.id Agar Diselesaikan dengan Transparan

Home / Peristiwa - Nasional / Dewan Pers: Meninggalnya Wartawan kemajuanrakyat.co.id Agar Diselesaikan dengan Transparan
Dewan Pers: Meninggalnya Wartawan kemajuanrakyat.co.id Agar Diselesaikan dengan Transparan Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo. (FOTO: mandarnews.com)

PANDEGLANGTIMES, JAKARTADewan Pers berharap kasus meninggalnya wartawan kemajuanrakyat.co.id, Muhammad Yusuf, di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru Kalimantan Selatan, pada Minggu (10/6/2018), dapat ditangani dengan transparan sesuai dengan UU yang berlaku

"Dewan pers berharap agar kasus meninggalnya almarhum ditangani dan diselesaikan setransparan mungkin sesuai hukum yang berlaku," kata Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo dalam pernyataan resminya, Senin (11/6/2018).

Menurut Yoseph, Dewan Pers tidak pernah menerima pengaduan dari pihak-pihak yang dirugikan dengan berita yang dibuat Muhammad Yusuf. 

Dewan Pers terlibat dalam penanganan kasus ini setelah Kapolres Kotabaru AKBP Suhastono, S.I.K, MH mengirim surat permintaan keterangan ahli pada 28 Maret 2018.

Kemudian, surat tersebut diikuti dengan kedatangan tiga penyidik dari Polres Kotabaru ke kantor Dewan Pers untuk meminta keterangan ahli dari Sabam Leo Batubara yang telah ditunjuk Dewan Pers terkait dua berita yang dibuat Yusuf dan ditayangkan di portal kemajuanrakyat.co.id. 

Dalam keterangan yang dituangkan dalam BAP, ahli pers di Dewan Pers menilai dua berita tersebut tidak diuji informasi, tidak berimbang dan mengandung opini menghakimi. Selain itu, narasumber dalam berita tidak jelas dan kredibel.

Berdasarkan hasil telaah tersebut, kata Yoseph, ahli menyatakan kasus tersebut merupakan perkara jurnalistik yang penyelesaiannya dilakukan di Dewan Pers dan dilakukan melalui mekanisme hak jawab dan permintaan maaf.

"Menanggapi keterangan ahli Dewan Pers ini, penyidik menyampaikan bahwa mereka telah meminta keterangan dari sejumlah saksi lain yang memberatkan Muhammad Yusuf. Penyidik juga menginformasikan bahwa Muhammad Yusuf telah membuat berita negatif lainnya di luar dua berita yang mereka bawa. Berita-berita itu akan dibawa dalam pertemuan berikutnya," ujar Yoseph.

Pada 2 dan 3 April 201, para penyidik kembali datang ke Dewan Pers dengan membawa 21 berita tambahan. Empat berita dimuat di portal kemajuanrakyat.co.id, sisanya sebanyak 17 berita dimuat di portal berantasnews.com.

"Dewan Pers menilai berita-berita tersebut tidak uji informasi, tidak berimbang dan mengandung opini menghakimi. Selain itu, berita-berita tersebut juga tidak memuat fakta-fakta ataupun berisi pernyataan negatif." 

Sebelumnya diberitakan di beberapa media massa, Yusuf menghembuskan nafas terakhir setelah 15 hari mendekam di LP Kotabaru sebagai tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kotabaru. 

Warga Jalan Batu Selira, Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru ini, ditangkap karena pemberitaannya mengenai konflik antara warga dengan PT Multi Agro Sarana Mandiri (MSAM) milik Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam dianggap mencemarkan nama baik MSAM dan pengusaha MSAM. 

Sebelum dititipkan Kejaksaan di LP Kotabaru, Yusuf lebih dahulu mendekam di tahanan Polres Kotabaru sejak pertengahan April lalu.

Yusuf dijerat Pasal 45 A UU 19/2016 tentang Perubahan Atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Atas meninggalnya wartawan kemajuanrakyat.co.id, Muhammad Yusuf, Dewan Pers juga menyatakan duka cita sedalam-dalamnya dan berharap agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com