Tujuh Tahun Menunggu, JCH Tertua Kota Probolinggo Akhirnya Berangkat

Home / Berita / Tujuh Tahun Menunggu, JCH Tertua Kota Probolinggo Akhirnya Berangkat
Tujuh Tahun Menunggu, JCH Tertua Kota Probolinggo Akhirnya Berangkat Astipah, saat usai mempersiapkan barang bawaannya. (FOTO: Happy L/TIMES Indonesia)

TIMESPANDEGLANG, PROBOLINGGO – Setelah menunggu selama tujuh tahun, jemaah calon haji (JCH) tertua asal Kota Probolinggo akhirnya berangkat ke Tanah Suci. Sejumlah persiapan pun dilakukan. Sejauh ini, kesehatan Astipah (88), tidak mengalami suatu halangan penyakit.

Raut gembira dan haru terpancar dari wajah Astipah, warga Dusun Kedung Kemiri, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Ibadah ke Tanah Suci haji yang diidam-idamkan bisa dilaksanakan.

Ya, Astipah akan berangkat ke tanah suci bersama dua anak dan satu menantunya. Ia tergabung dalam rombongan 5, regu 18, kloter 30 dari embarkasi Surabaya. Segala macam persiapan pun dilakukan. Mulai dari mengemas pakaian selama berada di tanah suci. Tak lupa, ikhrom juga sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

Ibadah haji ke Tanah Suci ini, memang dinantikan oleh Astipah ini, yang merupakan pesan terakhir dari mendiang suaminya, Lawan Sumosari. “Sebelum meninggal bapak berpesan, agar ibu bisa menunaikan ibadah haji,” kata anaknya, Gunawati, Selasa (17/7/2018).

Untuk mewujudkan itu, Astipah pun harus menjual sekitar sepertiga luas sawahnya. Tanah itu dijual pada 2011 silam, sebesar 90 juta rupiah. Lalu digunakan untuk mendaftar ibadah haji, pada tahun yang sama.

Pendengaran dan memori yang mulai berkurang tak menyurutkan semangat Astipah untuk pergi ke tanah suci. Karena itu, ia pergi haji dengan ditemani dua anak dan satu menantunya. “Alhamdulillah, setelah periksa ke dokter juga tidak ada penyakit apapun. Juga disarankan agar tidak membawa obat-obatan dari sini,” pungkas Gunawati.

Wanita berusia hampir seabad ini berharap, ia bisa menjadi haji yang mabrur. Serta apa yang menjadi keinginannya bisa tercapai. Termasuk selamat berangkat ke Tanah Suci hingga kembali ke tanah air. Menjadi jemaah calon haji (JCH) tertua asal Kota Probolinggo, tak serta merta menyurutkan niatnya untuk beribadah haji. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com