Musim Kemarau, Ada 41 Kebakaran di Bojonegoro

Home / Berita / Musim Kemarau, Ada 41 Kebakaran di Bojonegoro
Musim Kemarau, Ada 41 Kebakaran di Bojonegoro Kebakaran terjadi di kawasan hutan turut Desa/Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Senin (16/7/2018) sekitar pukul 16.30 WIB. (FOTO: Ali/TIMES Indonesia)

TIMESPANDEGLANG, BOJONEGORO – Selama musim kemarau 2018, Kabupaten Bojonegoro, mengalami 41 peristiwa kebakaran. Dari jumlah empat di antaranya kebakaran hutan. Sedangkan 37 sisanya adalah kebakaran yang menimpa rumah warga.

Data itu terhitung sejak Januari lalu. Jumlah kebakaran kian terus bertambah. Kemarin misalnya, kebakaran kembali melanda kawasan hutan turut Desa/Kecamatan Trucuk, Bojonegoro Senin sekitar pukul 16.30 WIB.

Kebakaran-Hutan-di-Bojonegoro-B.jpg

Kepala Bidang Dinas Damkar Kabupaten Bojonegoro Sukirno, pun minta masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan di masing-masing tempat. Khusunya bagi masyarakat tepian hutan.

"Untuk mengurangi peristiwa kebakaran hutan serta pemukiman di musim kemarau, diharapkan semua stakeholder bisa lebih sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Apalagi, jika kebakaran hutan dekat dengan pemukiman warga bisa membahayakan," kata Sukirno, Selasa (17/7).

Sementara, Kepala Adm Perum Perhutani KPH Bojonegoro Daniel Budi Cahyono mengatakan, pihaknya akan memidanakan bagi pelaku yang sengaja melakukan pembakaran hutan. Untuk menjaga kelestarian hutan, saat ini pihaknya bekerjasama dengan Kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro.

"Jika terjadi kebakaran hutan maka kami langsung menghubungi Dinas Pemadam, dan pihak kepolisian untuk menindak tegas siapa dibalik peristiwa kebakaran hutan itu," jelas Daniel.

Saat musim kemarau, sasaran empuk menurut dia, hutan yang paling rentan terbakar. Karena banyak daun jati kering dan batang yang rontok disertai hembusan angin kencang sehingga api cepat membesar. "Hutan jati terbakar diduga kuat ulah tangan jail atau orang yang tidak bertanggug jawab," lanjutnya.

Saat ini, sudah ada empat laporan kebakaran hutan yang masuk kawasan KPH Bojonegoro. "Kebakaran lahan hutan ini diduga akibat dari kelalaian manusia baik sengaja maupun tidak sengaja," ungkap dia.

Diperkirakan, musim kemarau 2018, kebaran hutan ini akan terus terjadi hingga berakhirnya musim kemarau. Kini pihaknya berupaya untuk menyosialisasikan kepada masyarakat melalui petugas lapangan untuk bersama-sama menjaga hutan. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com