Tahun Keenam PT BSI, Ini Manfaat yang Akan Diterima Masyarakat Banyuwangi

Home / Berita / Tahun Keenam PT BSI, Ini Manfaat yang Akan Diterima Masyarakat Banyuwangi
Tahun Keenam PT BSI, Ini Manfaat yang Akan Diterima Masyarakat Banyuwangi Aktivitas diarea tambang emas Gunung Tumpang Pitu, yang dikelola oleh PT BSI, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESPANDEGLANG, BANYUWANGI – Tak terasa, keberadaan PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, telah memasuki tahun keenam.

Operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu tersebut telah mengalami tiga fase penambangan. Yaitu eksplorasi, konstruksi dan saat ini merupakan tahun kedua fase produksi.

tambang-emas-Gunung-Tumpang-Pitu-2.jpg

Presiden Direktur PT BSI, Adi Adriansyah Sjoekri menyampaikan, berbagai program sosial dari Corporate Social Responsibility (CSR), yang selama ini diterima masyarakat Banyuwangi, khususnya wilayah Kecamatan Pesanggaran dan Siliragung, akan terus ditingkatkan.

“Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan dampak positif kehadiran perusahaan kepada masyarakat,” katanya, Selasa (177/2018).

Ke depan, lanjutnya, program ini akan terus kami adakan untuk mendukung kemandirian masyarakat secara sosial-ekonomi. Karena selama PT BSI beroperasi, kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi tambang menjadi salah satu tanggung jawab perusahaan.

Adi juga memastikan bahwa program-program sosial PT BSI dapat berjalan dengan lancar dan tidak tumpang tindih dengan program-program pemerintah. “Untuk itu kami selalu berkoordinasi dengan pihak pemerintah untuk memastikannya,” katanya.

Bahkan, secara formal, PT BSI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dalam hal penyaluran CSR. MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur PT BSI, Cahyono Seto dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas pada Kamis, 12 April 201 lalu.

“Sebagai aset Pemkab Banyuwangi, PT BSI berkomitmen untuk terus mengambil inisiatif dan berkontribusi secara langsung dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” ungkap Adi.

Besarnya dukungan dan kerjasama Pemerintah serta masyarakat Banyuwangi, masih Adi, merupakan salah satu kunci keberhasilan PT BSI untuk bisa beroperasi secara optimal di tambang emas Gunung Tumpang Pitu.

Selain penandatanganan MoU CSR, pada semester pertama tahun 2018, PT BSI juga telah merealisasikan sejumlah program CSR. Diantaranya, pembangunan infrastruktur pendidikan di 17 lembaga pendidikan TK dan SD di wilayah Kecamatan Pesanggaran. Pengoperasian 4 buah bus sekolah dan 180 beasiswa untuk pelajar mulai tingkat SD, SMP, SMA dan Strata-1.

Di bidang pendidikan, Mobil Layanan Kesehatan (MLK) juga telah beroperasi. Mobil ini menjangkau daerah-daerah yang masih sulit mengakses fasilitas dan layanan kesehatan.

Pengoperasian MLK ini bekerjasama dengan Puskesmas Pesanggaran, Sumberagung dan Siliragung sebagai representasi pemerintah daerah di bidang kesehatan. Selain itu, saat ini PT BSI sedang menyelesaikan proyek pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 4 kilometer di Desa Sumberagung.

Jalan dengan kualitas jalan tol ini merupakan akses utama menuju pantai wisata Pulau Merah dan Pancer. “Semoga dengan selesainya pembangunan jalan, dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata,” pungkasnya.

Corporate Communications Manager PT BSI, T. Mufizar Mahmud menambahkan, selain infrastuktur perusahaan juga mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Seperti pendampingan petani padi dengan penerapan metode SRI (System of Rice Intensification), pendampingan petani kopi dan pendampingan usaha kecil menengah.

“Termasuk memberikan bantuan hewan ternak sekaligus memberikan pendampingan terhadap masyarakat penerima,” katanya.

Selama ini, seluruh CSR PT Bumi Suksesindo (PT BSI) digelontorkan untuk masyarakat Banyuwangi, dalam 4 bidang. Yakni bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pembangunan infrastuktur. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com