Upaya Pelestarian, Sumber Mata Air di Kota Batu Dikaji

Home / Berita / Upaya Pelestarian, Sumber Mata Air di Kota Batu Dikaji
Upaya Pelestarian, Sumber Mata Air di Kota Batu Dikaji Foto Ilustrasi Sumber Mata Air di Kota Batu. (Dok. TIMES Indonesia)

TIMESPANDEGLANG, BATU – Berkurangnya debit air jadi masalah baru. Perlu upaya pelestarian terhadap sumber mata air di Kota Batu sebagai penghasil air.

Kota Batu memiliki beberapa mata air sebagai sumber baku utama baik keperluan domestik maupun irigasi. Sumber Umbul Gemulo, Banyuning, dan Binangun adalah contohnya.

Dalam upaya pelestarian, perlu dilakukan kajian terhadap sumber mata air tersebut. Organisasi non pemerintah USAID, melalui IUWASH Plus (Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene) dan APIK (Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan) akan melakukan kajian terhadap kerentanan mata air di Kota Batu.

Field Coordinator APIK (Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan) Kota Batu, Lina Irawati menjelaskan, kajian kerentanan mata air penting, mengingat dampak signifikan dari kualitas dan kuantitas sumber air, serta pengaruhnya terhadap masyarakat sebagai pengguna.

"Dengan kajian ini, diketahui kondisi mata air dan kebutuhan masyarakat," ujarnya kepada TIMES Indonesia, Selasa (17/7/2018) di Kota Batu.

Dia mengatakan, ada beberapa kajian kerentanan termasuk melibatkan berbagai pihak yang berperan, seperti Pemerintah Kota Batu, lembaga pengelola hutan dan air, serta masyarakat yang tinggal di sekitar sumber.

"Mereka sebagai sumber data primer dan sekunder untuk kajian yang dilakukan," terangnya.

Kajian kerentanan ini, kata dia, baru pertama kali dilakukan di Kota Batu. Dia berharap, hasil kajian akan menjadi acuan bagi pemerintah, lembaga pengelola air dalam merumuskan kebijakan atau program yang mendukung upaya pelestarian sumber mata air. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com