Indikator
  • Undercontruction
Untuk 74 tahun Gus Mus

Hati Gerimis

Home / Opini / Hati Gerimis
Hati Gerimis Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). (Grafis: TIMES Indonesia)

PANDEGLANGTIMES, JAKARTAGUS MUS bukanlah penduduk asli bumi Tetapi karena di kampung halaman beliau Yang letaknya nun jauh di angkasa tinggi Beliau dikenal sebagai Staf-Nya Allah Yang paling mengerti seluk beluk bumi Serta paling menyayangi penduduk planet aneh ini Maka Gus Mus dikirim ke sini Dengan daftar tugas yang tersembunyi

Tatkala di permukaan bumi ini Gus Mus tiba Melalui janin Ayahanda Bisri di rahim Ibundanya Gus Mus menangis, menangis Bayi Mustofa sangat keras menangis Kemudian sepanjang penugasannya Hingga 74 tahun usianya, jiwa beliau senantiasa gerimis Itulah sebabnya wajah beliau selalu penuh senyuman Sebab siapapun tak kan kuat hati menahan Jika tangis beliau tak disembunyikan

Hawa yang menyebar di bumi ini Sangat dipenuhi kuman penyakit Yang membuat jasad manusia pendek usianya Serta menyebabkan jiwa manusia Sangat sukar berkembang dewasa Sehingga sangat banyak manusia Yang sampai usia tuanya Tetap kanak-kanak mentalnya 

Rata-rata mereka tidak memiliki ketepatan Untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya Tidak punya kesanggupan untuk utuh Untuk genap dan jernih dalam memahami sesuatu Tidak lantip, tidak titis dan akurat Dalam memahami kata dan kalimat Jangankan untuk tidak penuh bias Tatkala menjalani bebrayan Kehidupan Agama, Negara dan Peradaban Indonesia Raya, tempat pengayoman beliau Adalah wilayah yang terlalu sempit bagi Gus Mus NKRI terlalu kotak-kotak Bagi bulatan agung jiwa Gus Mus Nahdlatul Ulama adalah peci yang sesak di kepala Gus Mus Kaum Muslimin adalah hutan remang-remang Yang penuh suara gaduh dan riuh rendah Suara pertarungan hewan-hewan buas Di sekitar gubuk Padepokan Gus Mus Ulaika kal an'am, bal hum adhall

Semesta ruang waktu keabadian Itulah beliau punya kampung halaman Gus Mus tak berhenti menangisi bumi Yang dihuni oleh makhluk-makhluk nafas pendek Oleh manusia-manusia yang program hidupnya per lima tahun Oleh hibrida Adam yang sangat gampang terpesona oleh dunia Yang mengenyam kenikmatan-kenikmatan kelas teri dan wader Gus Mus hatinya gerimis, gerimis, dan tak henti-henti gerimis Gus Mus dikepung oleh hamba-hamba Yang oleh Allah dibikin terkesima oleh kemenangan di dunia Gus Mus dikerumuni, dikepung dari depan belakang kanan dan kiri Oleh jutaan anak-anak asuh yang malas mempelajari langit Yang tak pernah mengalami tarian-tarian cinta Di atas altar tempayan Agung alam semesta

Sampai hari ini Gus Mus belum menemukan cara Untuk menuturkan kalam sejati Agar anak-anak ayomannya tidak terlalu tenggelam Di dalam game-game pendek Mainan-mainan kalah menang palsu yang usianya sejengkal Malam ini gerimis Gus Mus mengucur Jadi hujan deras sederas-derasnya Karena di sekitarnya hampir tak ada Siapapun yang melatih telinga batinnya Untuk merasakan betapa sejati dan abadi Kenikmatan kholidina fiha abada (*)

Semarang, 11 Agustus 2018

Emha Ainun Nadjib

Sumber: https://www.caknun.com/2018/hati-gerimis/

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com