Monitoring Lingkungan PT BSI Terbaik di Indonesia

Home / Berita / Monitoring Lingkungan PT BSI Terbaik di Indonesia
Monitoring Lingkungan PT BSI Terbaik di Indonesia Tim konsultan Lorax Indonesia saat mengambil sampel air disungai katak disekitar tambang emas PT BSI. (FOTO: Syamsul Arifin/ TIMES Indonesia)

TIMESPANDEGLANG, BANYUWANGI – Proses monitoring lingkungan perusahaan tambang emas, PT Bumi Suksesindo (PT BSI) terbaik di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Budi Wahono.

Menurutnya, tambang emas di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran tersebut sangat disiplin dalam monitoring lingkungan. Meski pun telah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, pada pelaksanaan masih menggandeng konsultan independen kompeten.

PT-BSI.jpg

"Untuk keterbukaan, dalam monitoring PT BSI sering melibatkan masyarakat sekitar," kata Budi Wahono, saat di lokasi tambang PT BSI, Kamis (19/7/2018).

Dijelaskan, monitoring lingkungan adalah kewajiban perusahaan sesuai dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Di sini PT BSI diwajibkan membuat laporan per semester oleh DLH Banyuwangi.

"Kita minta laporan tiap 6 bulan sekali, tapi PT BSI laporan 3 bulan sekali malahan," ungkapnya.

Environmental PT BSI, Iwa Mulyawan menjelaskan, sesuai dokumen Amdal ada 9 item monitoring untuk memastikan lingkungan di sekitar tambang emas aman dan sehat. Diantaranya monitoring air sungai dan laut, atau Monitoring Aquatic Biota Fresh, udara, tanah dan lainya.

"Untuk monitoring air, selain sungai didalam dan luar area perusahaan, air dan biota air laut juga menjadi perhatian," katanya.

Demi keakuratan hasil monitoring, lanjut Iwa, pihaknya menggandeng Konsultan Independen, Lorax Indonesia. 

Tim konsultan yang konsen terhadap lingkungan tersebut memang telah melakukan penelitian kualitas air laut, terumbu karang dan biota laut di sekitar Pulau Merah sejak 2009 lalu. Atau sejak belum berdirinya PT BSI.

Penelitian kembali dilakukan pada tahun 2013 hingga sekarang. "Hasil penelitian kami lalu oleh perusahaan dikirim ke laboratorium terakreditasi," imbuh Senior Environmental Lorax Indonesia, Agustinus Sembiring.

Laboratorium tempat penelitian akhir tersebut adalah Laboratorium Intertek Utama Servis, Jakarta. Selanjutnya, hasilnya dilporkan ke DLH Banyuwangi.

Monitoring lingkungan yang juga menjadi prioritas adalah monitoring emisi gas. Diambil dari pabrik An absorption, Desorption and Refining (ADR) Plant. Di sini, sampling gas dimasukan dalam tabung berisi air lalu dicampur oxidant dan disemprotkan. Dari situ diketahui tingkat emisi gas. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com