Indikator
  • Undercontruction

Soal Impor Garam, Mendag RI: Rekomendasinya dari Kemenperin

Home / Ekonomi / Soal Impor Garam, Mendag RI: Rekomendasinya dari Kemenperin
Soal Impor Garam, Mendag RI: Rekomendasinya dari Kemenperin Enggartiasto Lukita (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)

PANDEGLANGTIMES, JAKARTA – Menteri Perdagangan RI (Mendag RI), Enggartiasto Lukita mengatakan keputusan impor garam industri sebanyak 3,7 juta ton merupakan hasil keputusan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution di ruang rapat Kemenko Perekonomian.

"Demikian juga dengan mekanisme garam. Garam itu berdasarkan PP itu juga Rakor Menko bahkan dihadiri oleh Deputi Menko Maritim. Diputuskan lah kuotanya 3.7 juta ton lengkap dengan nama PT Asahi sekian. PT ini sekian. Dari mana data itu, dari Menteri Perindustrian. Karena Menteri  Perindustrian lah yang paling tahu," kata Enggar di Bandung, Jumat (14/9/2018).

Menurut dia, mekanisme perusahaan saat mengajukan ijin impor merupakan rekomendasi dari Kemenperin. "Kita tinggal cek kuota, (jika) sesuai dengan kouta maka kita tinggal melepaskan memberikan surat persetujuan impor. Jadi bukan ditetapkan oleh saya. Proses itu terbuka dan notulennya ada dan tidak ada sesuatu yang disembunyikan," katanya.

Dijelaskannya, alasan melakukan impor garam, kata dia, yakni lantaran produksi garam dalam negeri belum bisa memenuhi syarat untuk digunakan di industri dan belum bisa memenuhi stok kebutuhan.

Enggar bahkan sesumbar, apabila garam itu bisa dipenuhi dan lolos di industri. Maka tentunya dia bakal melawan rencana impor tersebut. "Kalo garam dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan dan memenuhi syarat untuk industri. Maka dalam rapat yang paling pertama menentang impor adalah saya. Karena konstituen saya ada di Cirebon dan Indramayu," katanya

"Tapi, tolong dilihat, ambilah garam yang di Cirebon, apa warnanya ? Dari kasat mata saja. Putih apa coklat. Persyaratan untuk industri adalah NaCL 97%," tambahnya.

Enggartiasto Lukita kembali menegaskan bahwa usulan impor garam datang dari Kemenperin. Bukan dan bukan dari Kemendag. "Jadi impor garam ditetapkan oleh rakor atas usulan Kemenperin," kata Mendag RI. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com